HIDUP INI SINGKAT KAWAN !!! BERBUAT BAIKLAH UNTUK SESAMA, AGAR HATI MENJADI DAMAI !!! OPTIMALKAN POTENSI DIRI, AGAR HIDUP INI TIDAK SIA - SIA

Wednesday, October 29, 2025

thumbnail

Daun Kelor (Moringa Oleifera)

 ๐Ÿ“‹ Tabel Proses Pengolahan Daun Kelor (Moringa oleifera) Menjadi Bubuk

Tahap Proses

Kegiatan yang Dilakukan

Tujuan / Hasil

Waktu Proses

Catatan Penting

1. Panen Daun

Petik daun muda dari cabang baru, pilih yang hijau segar dan tidak rusak.

Mendapatkan bahan baku berkualitas tinggi.

Pagi hari (sebelum panas terik).

Gunakan gunting/pisau tajam agar batang tidak rusak.

2. Sortasi

Pisahkan daun dari tangkai kasar atau daun tua/kering.

Menjamin keseragaman kualitas daun.

± 30 menit per 5 kg daun.

Hanya gunakan daun hijau segar.

3. Pencucian

Cuci daun dengan air bersih, bisa ditambah sedikit air garam untuk membunuh mikroba.

Menghilangkan debu, kotoran, dan mikroorganisme.

± 10–15 menit.

Jangan merendam terlalu lama agar daun tidak layu.

4. Penirisan

Tiriskan daun di tampah/baskom berlubang atau di atas kain bersih.

Mengurangi kadar air sebelum pengeringan.

± 1 jam.

Hindari sinar matahari langsung pada tahap ini.

5. Pengeringan

Jemur di tempat teduh berventilasi baik atau gunakan oven 40–50°C.

Mengurangi kadar air hingga daun rapuh.

1–2 hari (jemur) atau 6–8 jam (oven).

Jangan dijemur langsung di bawah matahari, agar warna & nutrisi terjaga.

6. Penggilingan / Penumbukan

Giling daun kering hingga menjadi bubuk halus.

Menghasilkan bubuk kelor.

± 15–30 menit per kg daun kering.

Gunakan blender kering atau grinder stainless steel.

7. Pengayakan

Saring bubuk agar halus merata.

Memperbaiki tekstur dan kualitas visual bubuk.

± 10 menit.

Gunakan saringan halus ukuran 60–80 mesh.

8. Pengemasan

Masukkan bubuk ke wadah kedap udara (botol kaca, pouch aluminium foil, atau plastik vakum).

Menjaga mutu dan daya simpan produk.

Setelah bubuk dingin.

Simpan di tempat kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari.

 

 ๐Ÿ“Š Tabel Kandungan Gizi Bubuk Daun Kelor (per 100 gram)

Komponen Gizi

Kandungan Rata-rata

Manfaat Utama bagi Tubuh

Energi (Kalori)

± 300 kcal

Memberikan energi untuk aktivitas harian.

Protein

25 – 30 g

Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, baik untuk otot dan imun.

Lemak

5 – 6 g

Menyimpan energi dan membantu penyerapan vitamin.

Karbohidrat

35 – 40 g

Sumber energi utama.

Serat pangan

8 – 10 g

Melancarkan pencernaan dan menurunkan kolesterol.

Kalsium (Ca)

2.000 – 2.500 mg

Menguatkan tulang dan gigi.

Zat Besi (Fe)

25 – 30 mg

Mencegah anemia dan meningkatkan kadar hemoglobin.

Kalium (K)

1.000 – 1.200 mg

Menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah.

Magnesium (Mg)

300 – 400 mg

Membantu kerja otot dan saraf.

Vitamin A (ฮฒ-karoten)

15.000 – 20.000 IU

Menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh.

Vitamin C

150 – 200 mg

Antioksidan kuat, meningkatkan sistem imun.

Vitamin E

40 – 45 mg

Melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Vitamin B1 (Tiamin)

2 – 3 mg

Membantu metabolisme energi.

Vitamin B2 (Riboflavin)

15 – 20 mg

Mendukung pertumbuhan sel dan produksi energi.

Vitamin B3 (Niasin)

8 – 10 mg

Menjaga kesehatan kulit dan sistem saraf.

Asam Amino Esensial

Lengkap (Leusin, Isoleusin, Lisin, Metionin, Treonin, Triptofan, Valin)

Menyusun protein tubuh dan mendukung metabolisme.

Antioksidan alami (Polifenol, Flavonoid, Klorofil)

Tinggi

Melawan radikal bebas dan mencegah penuaan dini.


๐ŸŒฟ Catatan Penting

·         Kandungan protein kelor lebih tinggi dari sebagian besar sayuran daun lainnya.

·         Kandungan kalsium 4x lebih tinggi dari susu sapi, dan vitamin A 7x lebih tinggi dari wortel (per berat kering).

·         Karena kaya zat besi dan vitamin, bubuk kelor sering digunakan untuk mencegah anemia, malnutrisi, dan kelelahan.

 

Friday, October 24, 2025

thumbnail

Membuat POC (em4, air cucian beras, sisa sayur, kulit telor)

๐Ÿงช Resep Pupuk Cair Organik (PCO) dari Air Cucian Beras, Sisa Sayur, Kulit Telur, dan EM4

No

Bahan

Jumlah / Komposisi

Fungsi Utama

1

Air cucian beras

1 liter

Sumber karbohidrat & mineral, mempercepat pertumbuhan mikroba

2

Sisa sayur (daun, kulit, batang lunak)

±500 gram (dicincang halus)

Sumber unsur hara (N, P, K) dan vitamin alami

3

Kulit telur (dihaluskan)

±5 butir

Sumber kalsium untuk memperkuat batang & daun

4

EM4 (larutan mikroorganisme efektif)

50 ml (±3 sdm)

Mempercepat fermentasi dan pembusukan bahan organik

5

Gula merah / molase

50 gram (±3 sdm)

Sumber energi untuk mikroba

6

Air bersih tambahan

Secukupnya (hingga total 2–3 liter)

Pelarut & menjaga kelembapan fermentasi


⚗️ Cara Pembuatan

Langkah

Kegiatan

Keterangan / Tips

1

Cincang halus sisa sayur dan haluskan kulit telur

Agar proses fermentasi lebih cepat

2

Campurkan air cucian beras, sisa sayur, dan kulit telur dalam wadah (ember atau jerigen)

Gunakan wadah plastik, jangan logam

3

Tambahkan gula merah yang sudah dilarutkan dalam sedikit air hangat

Aduk rata

4

Masukkan EM4 dan aduk kembali hingga homogen

Pastikan semua bahan tercampur

5

Tutup wadah tidak terlalu rapat (agar gas bisa keluar)

Bisa pakai plastik dan diikat longgar

6

Simpan di tempat teduh selama 7–14 hari

Aduk setiap 2–3 hari sekali

7

Setelah 2 minggu, saring larutan

Simpan hasil fermentasi dalam botol tertutup

8

Pupuk cair siap digunakan

Larutkan 100 ml pupuk cair ke dalam 1 liter air sebelum disiram ke tanaman

 

 ๐ŸŒฟ Cara Pemakaian

Jenis Tanaman

Dosis Pengenceran

Frekuensi Pemberian

Tanaman hias / sayur daun

1:10 (100 ml pupuk cair : 1 L air)

1–2 kali per minggu

Tanaman buah / keras

1:20

1 kali per minggu

Semai / bibit muda

1:30

1 kali per 2 minggu






๐Ÿงบ Resep Pupuk Organik Padat (Kompos Fermentasi) dari Air Cucian Beras, Sisa Sayur, Kulit Telur, dan EM4

No

Bahan

Jumlah / Komposisi

Fungsi Utama

1

Sisa sayur (daun, batang lunak, kulit buah)

±2 kg (dicincang kecil)

Sumber karbon & nitrogen alami

2

Kulit telur (dihaluskan)

±10 butir

Sumber kalsium dan mineral

3

Air cucian beras

±1 liter

Sumber karbohidrat & mineral untuk mikroba

4

EM4

100 ml

Mempercepat proses fermentasi bahan organik

5

Gula merah / molase

100 gram (dilarutkan)

Makanan untuk mikroorganisme

6

Serbuk gergaji / dedak / sekam (opsional)

±500 gram

Menyerap kelembapan & memperbaiki struktur kompos


⚗️ Cara Pembuatan

Langkah

Kegiatan

Keterangan / Tips

1

Cincang kecil semua sisa sayur dan haluskan kulit telur

Agar proses dekomposisi cepat

2

Campurkan semua bahan padat (sayur, kulit telur, sekam/dedak jika ada) dalam wadah besar

Gunakan wadah plastik, ember, atau tong

3

Larutkan gula merah dalam air cucian beras, lalu tambahkan EM4

Aduk rata

4

Siramkan larutan tersebut ke campuran bahan padat sedikit demi sedikit

Pastikan lembap (tidak terlalu basah) — kadar air ±50%

5

Tutup wadah rapat tapi beri lubang udara kecil

Bisa juga ditutup karung goni agar tetap ada sirkulasi udara

6

Simpan di tempat teduh dan kering selama 2–4 minggu

Aduk setiap 3–4 hari sekali untuk mempercepat fermentasi

7

Kompos matang ditandai dengan warna cokelat kehitaman, tidak berbau busuk, dan teksturnya remah

Siap digunakan untuk tanaman


๐ŸŒฟ Cara Penggunaan

Jenis Tanaman

Dosis / Cara Pakai

Frekuensi

Tanaman hias & sayuran daun

Campur 1 bagian kompos : 3 bagian tanah

Setiap ganti media / 1–2 bulan sekali

Tanaman buah & keras

Tabur ±250–500 gram di sekitar pangkal tanaman

1–2 bulan sekali

Bibit / semai muda

Campur tipis di atas media tanam

Setiap penyemaian baru


๐Ÿ’ก Tips Tambahan

  • Jika ingin aroma kompos tidak menyengat, tambahkan daun kering atau arang sekam.
  • Jangan gunakan bahan yang masih berbau busuk atau belum matang karena bisa “membakar” akar tanaman.
  • Simpan kompos matang di wadah tertutup agar tidak terlalu kering.

 

Flag Counter