๐ Tabel Proses Pengolahan Daun Kelor (Moringa oleifera) Menjadi Bubuk
|
Tahap
Proses |
Kegiatan
yang Dilakukan |
Tujuan
/ Hasil |
Waktu
Proses |
Catatan
Penting |
|
1. Panen Daun |
Petik daun muda dari cabang baru,
pilih yang hijau segar dan tidak rusak. |
Mendapatkan bahan baku berkualitas
tinggi. |
Pagi hari (sebelum panas terik). |
Gunakan gunting/pisau tajam agar
batang tidak rusak. |
|
2. Sortasi |
Pisahkan daun dari tangkai kasar
atau daun tua/kering. |
Menjamin keseragaman kualitas
daun. |
± 30 menit per 5 kg daun. |
Hanya gunakan daun hijau segar. |
|
3. Pencucian |
Cuci daun dengan air bersih, bisa
ditambah sedikit air garam untuk membunuh mikroba. |
Menghilangkan debu, kotoran, dan
mikroorganisme. |
± 10–15 menit. |
Jangan merendam terlalu lama agar
daun tidak layu. |
|
4. Penirisan |
Tiriskan daun di tampah/baskom
berlubang atau di atas kain bersih. |
Mengurangi kadar air sebelum
pengeringan. |
± 1 jam. |
Hindari sinar matahari langsung
pada tahap ini. |
|
5. Pengeringan |
Jemur di tempat teduh berventilasi
baik atau gunakan oven 40–50°C. |
Mengurangi kadar air hingga daun
rapuh. |
1–2 hari (jemur) atau 6–8 jam
(oven). |
Jangan dijemur langsung di bawah
matahari, agar warna & nutrisi terjaga. |
|
6. Penggilingan / Penumbukan |
Giling daun kering hingga menjadi
bubuk halus. |
Menghasilkan bubuk kelor. |
± 15–30 menit per kg daun kering. |
Gunakan blender kering atau
grinder stainless steel. |
|
7. Pengayakan |
Saring bubuk agar halus merata. |
Memperbaiki tekstur dan kualitas
visual bubuk. |
± 10 menit. |
Gunakan saringan halus ukuran
60–80 mesh. |
|
8. Pengemasan |
Masukkan bubuk ke wadah kedap
udara (botol kaca, pouch aluminium foil, atau plastik vakum). |
Menjaga mutu dan daya simpan
produk. |
Setelah bubuk dingin. |
Simpan di tempat kering dan sejuk,
jauh dari sinar matahari. |
|
Komponen Gizi |
Kandungan Rata-rata |
Manfaat Utama bagi Tubuh |
|
Energi (Kalori) |
± 300 kcal |
Memberikan
energi untuk aktivitas harian. |
|
Protein |
25 – 30 g |
Membangun
dan memperbaiki jaringan tubuh, baik untuk otot dan imun. |
|
Lemak |
5 – 6 g |
Menyimpan
energi dan membantu penyerapan vitamin. |
|
Karbohidrat |
35 – 40 g |
Sumber
energi utama. |
|
Serat pangan |
8 – 10 g |
Melancarkan
pencernaan dan menurunkan kolesterol. |
|
Kalsium (Ca) |
2.000 –
2.500 mg |
Menguatkan
tulang dan gigi. |
|
Zat Besi (Fe) |
25 – 30 mg |
Mencegah
anemia dan meningkatkan kadar hemoglobin. |
|
Kalium (K) |
1.000 –
1.200 mg |
Menjaga
keseimbangan cairan dan tekanan darah. |
|
Magnesium (Mg) |
300 – 400
mg |
Membantu
kerja otot dan saraf. |
|
Vitamin A (ฮฒ-karoten) |
15.000 –
20.000 IU |
Menjaga
kesehatan mata dan daya tahan tubuh. |
|
Vitamin C |
150 – 200
mg |
Antioksidan
kuat, meningkatkan sistem imun. |
|
Vitamin E |
40 – 45 mg |
Melindungi
sel dari kerusakan oksidatif. |
|
Vitamin B1 (Tiamin) |
2 – 3 mg |
Membantu
metabolisme energi. |
|
Vitamin B2 (Riboflavin) |
15 – 20 mg |
Mendukung
pertumbuhan sel dan produksi energi. |
|
Vitamin B3 (Niasin) |
8 – 10 mg |
Menjaga
kesehatan kulit dan sistem saraf. |
|
Asam Amino Esensial |
Lengkap
(Leusin, Isoleusin, Lisin, Metionin, Treonin, Triptofan, Valin) |
Menyusun
protein tubuh dan mendukung metabolisme. |
|
Antioksidan alami
(Polifenol, Flavonoid, Klorofil) |
Tinggi |
Melawan
radikal bebas dan mencegah penuaan dini. |
๐ฟ Catatan Penting
·
Kandungan protein
kelor lebih tinggi dari sebagian besar sayuran daun lainnya.
·
Kandungan kalsium
4x lebih tinggi dari susu sapi, dan vitamin A 7x lebih tinggi dari wortel (per berat
kering).
·
Karena kaya zat besi dan vitamin, bubuk kelor
sering digunakan untuk mencegah anemia,
malnutrisi, dan kelelahan.